AKHIR ZAMAN – ALKITAB

Tanda-tanda akhir zaman menurut Alkitab. Sudah banyak dijelaskan bahwa dunia ini nanti akan berakhir. Tidak ada lagi manusia yang tinggal di bumi, dan mungkin semuanya akan musnah.
Seluruh manusia akan dikumpulkan di satu tempat, ditentukan apakah masuk ke surga mendapatkan kebahagiaan atau neraka mendapat siksa. Semua tergantung iman di dunia.
Tapi tanpa kita sadari, mungkin sudah banyak tanda akhir zaman di sekitar kita. Contoh paling nyata adalah banyaknya nabi palsu dan gereja setan yang bermunculan di masa sekarang.
Tidak hanya itu, ada juga banyak sekali tanda-tanda akhir zaman menurut Alkitab yang sesuai dengan masa sekarang. Kita pun mau tidak mau harus mewaspadainya.
Tanda-tanda Akhir Zaman Tiba Menurut Alkitab
Tetaplah waspada terhadap berbagai tanda akhir zaman. Berikut ada beberapa hal penting yang dituturkan dalam firman Tuhan tentang akhir zaman yang harus diwaspadai.
1. Bencana Alam
Apabila diamati belakangan ini sering sekali terjadi bencana alam dan malapetaka. Contohnya gempa bumi, tanah longsor, angin topan, dan badai, semuanya tidak bisa dihentikan oleh manusia.
Peristiwa terebut dianggap wajar karena pengaruh pergerakan bumi. Tapi jika kita melihat ilmu rohani, hal ini juga bisa terjadi dengan kehendak Allah. Seperti yang dijelaskan dalam Alkitab berikut.
“Dan akan terjadi gempa bumi yang dahsyat dan di berbagai tempat akan ada penyakit sampar dan kelaparan, dan akan terjadi juga hal-hal yang mengejutkan, dan tanda-tanda yang dahsyat dari langit.”
Lukas 21:11
2. Kelaparan dan Penyakit
“Apabila kamu melihat Pembinasa keji berdiri di tempat yang tidak sepatuhnya – para pembaca hendaklah memperhatikannya – maka orang-orang yang di Yadea haruslah melarikan diri ke pegunungan. Orang yang sudah di paranginan di atas rumah janganlah ia turun dan masuk untuk mengambil sesuatu dari rumahnya. Dan orang yang sedang di ladang janganlah ia kembali untuk mengambil pakaiannya. Celakalah ibu-ibu yang sedang hamil atau yang menyusukan bayi pada masa itu. Berdoalah, supaya semuanya itu jangan terjadi pada musim dingin. Sebab pada masa itu akan terjadi siksaan seperti yang belum pernah terjadi sejak awal dunia, yang diciptakan Allah, sampai sekarang dan yang tidak akan terjadi lagi. Dan sekiranya Tuhan tidak mempersingkat waktunya, maka dari segala yang hidup tidak akan ada yang selamat; akan tetapi oleh karena orang-orang pilihan yang tepat dipilih-Nya, Tuhan mempersingkat waktunya.”
Markus 13:14-20
Adanya kelaparan, kemiskinan, dan penyakit juga bisa menjadi tanda-tanda kiamat menurut Kristen. Saat ini juga banyak muncul penyakit baru yang belum diketahui obatnya, kelaparan dan kemiskinan pun semakin merajalela.
3. Kekerasan
Pada zaman Nabi Nuh, kekerasan terjadi di mana-mana, tidak ada satu orangpun yang menghiraukan sesama. Mereka berbuat semaunya, dan hal ini bisa kita amati di masa sekaran bahkan lebih parah.
Ada banyak contoh kekerasan terjadi kepada manusia. Bahkan ada juga manusia yang dianggap seperti sampah tidak berguna, sehingga mereka kurang menghargai hidup sebagai sesama manusia.
4. Perang di Mana-mana
Sejak zaman dulu, perang memang sering terjadi, entah itu antarbangsa, suku, agama, ataupun kerajaan. Hingga masa kini, peperangan terus turun-temurun dari generasi, selalu ada korban jiwa yang muncul dan manusia tidak lagi menjadi seperti Kristus.
“Kamu akan mendengar deru perang atau kabar-kabar tentang perang. Namun, berawas-awaslah, jangan kamu gelisah; sebab semuanya itu harus terjadi, tetapi itu belum kesudahannya. Sebab bangsa akan bangkit malawan bangsa, dan kerajaan melawan kerajaan. Akan ada kelaparan dan gempa bumi di berbagai tempat.”
Matius 24:6-7
5. Kemajuan Ekonomi
Di samping adanya dampak buruk tersebut, ada juga peningkatan yang terjadi pada bidang ekonomi serta perindustrian. Kemajuan ini biasanya terjadi di negara-negara maju.
Pada beberapa negara, terdapat kemakmuran harta, dan ini dibuktikan dengan adanya orang hebat yang hartanya tidak bisa dihitung dengan jari. Peristiwa tersebut menjadi tanda Yesus akan datang untuk kedua kalinya.
6. Meningkatnya IPTEK
Tanda-tanda kiamta akan segera terjadi menurut Katolik juga bisa dilihat dari peningkatan di dunia pendidikan. Sudah ada banyuak prestasi yang muncul dari manusia-manusia cerdas, banyak penemuan yang memudahkan manusia, termasuk robot.
Bahkan, robot di masa sekarang sudah bisa menggantikan posiis manusia dalam pekerjaan, bahkan hasil kerjanya jgua lebih akurat dibanding manusia. Perkembangan ini bisa berdampak buruk jika tidak bisa menyikapi hubungan iman Kristen dengan ilmu pengetahuan.
7. Merosotnya Moral
Ada banyak kejadian sosial yang mengancam kehidupan manusia. Mulai dari perbuatan yang mencerminkan contoh dosa dalam Kristen, remaja nakal, dan sebagainya menjadi contoh kemrosotan modal. Contoh tersebut membuat manusia sudah banyak melenceng, bahkan tidak takut lagi akan dosa.
8. Stres Meningkat
Manusia pasti mengalami stres karena keadaan dunia yang tidak baik-baik saja. Dampak tersebut tidak akan dialami sendiri, melainkan juga berefek pada kehidupan anak-anak.
Mereka tidak bisa diatur, membuat orangtuanya semakin stres. Stres berlebihan tersebut kemudian akan menimbulkan penyakit, seperti jantung, darah tinggi, kolesterol, dan berujung pada kematian.
9. Cekcok dalam Pekerjaan
Ada juga masalah lain yang ditimbulkan karena stres, yaitu cekcok buruh dan majikan juga semakin terlihat nyata. Banyak sekali buruh yang diperlakukan sewenang-wenang oleh majikannya, terutama TKI dan TKW.
Pemberian upah yang tak sebanding juga menjadi masalah yang menimbulkan demo. Sementara itu, para majikan sudah mempertahankan ketentuan upah serta meniadakan kenaikan gaji. Hal itu terus saja berlanjut tanpa kenal henti.
“Sesungguhnya telah terdengar teriakan besar, karena upah yang kamu tahan dari buruh yang telah menuai hasil ladangmu, dan telah sampai ke telinga Tuhan semesta alam keluhan mereka yang menyabit panenmu.”
Yakobus 5:4
10. Ketakutan Memuncak
Meski manusia hidup di era modern, tapi rasa takut tidak bisa dihilangkan. Saat ini kita sudah dilanda rasa bimbang dan kecewa. Ketakutan itu menjadi sumber perasaan negatif muncul, termasuk semakin takut karena adanya perang dan pemusnahan manusia.
11. Pembangunan Rohani Besar-besaran
“Dan Injil kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya.”
Matius 24:14
Nubuat ayat tersebut menjelaskan bahwa sebelum Yesus datang untuk kedua kalinya, pemberitaan Injil dilakukan secara besar-besaran, dan penyeragan rohani juga akan membanjiri dunia.
Selain itu ada banyak juga manusia yang mulai bertobat dan mengenal Allah. Akankah hal tersebut menjadi kenyataan? Padahal di masa sekarang ada banyak golongan yang menganggap agama cenderung tidak penting.
12. Ajaran Palsu
Tanda-tanda akhir zaman menurut Kristen selanjutnya yaitu maraknya ajaran palsu. Selain penyebaran Injil, penyebaran ajaran Nabi Palsu juga sudah mulai bermunculan. Ada banyak contoh yang sudah menggemparkan dunia, mereka bertindak atas nama agama untuk memusnahkan manusia, banyak pula ajaran palsu yang melenceng disebarkan di dunia.
13. Krisis Global
Alam yang dulu sejuk dan indah saat ini sudah mulai kering dan tandus. Hal tersebut tidak lain karena ulah manusia yang tidak pernah melestarikan lingkungan. Sehingga dampaknya sangat buruk bagi alam, dan krisis ini sangat nyata terlihat di perkotaan.
14. Tanda-tanda dari Langit
“Dan akan ada tanda-tanda pada matahari dan bulan dan bintang-bintang, dan di bumi bangsa-bangsa akan takut dan bingung menghadapi deru dan gelora laut. Orang akan mati ketakutan karena kecemasan berhubung dengan segala apa yang menimpa bumi ini, sebab kuasa-kuasa langit akan goncang.”
Lukas 21:25-26
Sebelum akhir zaman tiba, seluruh tanda di atas akan terlihat jelas. Tanda tersebut muncul pada saat penyiksaan besar-besaran, seluruh matahari dan bulan akan gelap. Dunia tidak lagi melihat siang dan merasakan panasnya matahari, tapi hidup dalam gelapnya malam. Sampai akhirnya bintang di langit berjatuhan dan terjadi hujan meteor.
Akhir zaman
| Bagian dari seri |
| Eskatologi |
|---|
Akhir zaman (atau sering disebut Hari akhir) adalah periode waktu yang dijelaskan dalam eskatologi dari agama-agama dunia yang dominan, baik Abrahamik maupun non-Abrahamik.
Agama-agama Abrahamik mempertahankan kosmologi linear, dengan skenario akhir zaman yang mengandung tema transformasi dan penebusan. Dalam Yudaisme, istilah hari akhir membuat referensi ke Zaman Mesianik, dan termasuk dalam pertemuan para diaspora yang diasingkan, kedatangan mashiach, olam haba, dan kebangkitan Tsadikim. Kekristenan secara tradisional menggambarkan akhir zaman sebagai periode kesengsaraan luar biasa di Bumi yang mendahului kedatangan Kristus yang kedua, yang akan menghadapi Antikristus dan mengantar ke Kerajaan Allah. Namun, beberapa orang Kristen percaya bahwa akhir zaman merupakan kesusahan pribadi yang dialami sebelum mereka tercerahkan dengan Firman Tuhan.[1] Dalam Islam, Yaumul Qiyamah atau Yawm ad-Din, hari kiamat, didahului oleh munculnya Imam Mahdi di atas kuda putih. Dengan bantuan dari Isa Al-Masih (Yesus), Imam Mahdi akan menang atas Dajjal (mesias palsu).
Agama non-Abrahamik memiliki pandangan dunia yang lebih siklus, dengan eskatologi akhir zaman ditandai dengan kerusakan, penebusan dan kelahiran kembali. Dalam agama Hindu, waktu akhir diramalkan[oleh siapa?] seperti ketika Kalki, inkarnasi terakhir dari Wisnu, turun di atas kuda putih dan membawa untuk mengakhiri Kaliyuga. Dalam ajaran Buddha, Sang Buddha meramalkan bahwa ajaran-ajarannya akan dilupakan setelah 5.000 tahun, diikuti oleh kekacauan. Sebuah Bodhisatwa bernama Maitreya akan muncul dan menemukan kembali ajaran dharma. Kehancuran terakhir dunia maka akan datang melalui munculnya tujuh matahari.
Sejak penemuan waktu dalam dan usia Bumi, wacana ilmiah tentang waktu akhir telah berpusat pada nasib akhir alam semesta. Teori ini termasuk Big Rip, Big Crunch, Big Bounce, dan Big Freeze.
Agama-agama Abrahamik
Yudaisme
Dalam Yudaisme, akhir zaman biasanya disebut akhir hari-hari (aharit ha-yamim, אחרית הימים), sebuah ungkapan yang beberapa kali muncul dalam Tanakh. Meskipun gagasan tentang bencana mesianik memiliki tempat yang menonjol dalam pemikiran Yahudi, gagasan ini bukanlah suatu proses yang tak dapat berubah yang berdiri sendirian, melainkan ditemukan bersama-sama dengan gagasan tentang penebusan tanpa penderitaan. Kedua gambaran ini kadang-kadang dilihat sebagai dua kemungkinan yang berbeda untuk masa depan Israel.
Akhir zaman dalam eskatologi Yahudi meliputi sejumlah tema yang saling terkait:
- Mesianisme Yahudi
- Pengumpulan kembali orang-orang yang hidup di pembuangan
- Pembangunan kembali Bait Suci
- Kurban binatang atau Korban[2][3][4]
- Dunia yang Akan Datang (Olam ha-Ba), sebuah istilah yang ambigu yang mungkin merujuk kepada kehidupan setelah kematian, dunia mesianik, atau kehidupan setelah kebangkitan
Kesengsaraan yang dicatat dalam Perjanjian Lama
Kejadian-kejadian penuh bencana akan menjungkirbalikkan tatanan dunia yang lama, seperti yang dicatat dalam contoh-contoh ayat berikut ini dalam Alkitab Perjanjian Lama:
Ulangan 4:29-39: Dan baru di sana engkau mencari Tuhan, Allahmu, dan menemukan-Nya, asal engkau menanyakan Dia dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu. Apabila engkau dalam keadaan terdesak dan segala hal ini menimpa engkau di kemudian hari, maka engkau akan kembali kepada Tuhan, Allahmu, dan mendengarkan suara-Nya. Sebab Tuhan, Allahmu, adalah Allah Penyayang, Ia tidak akan meninggalkan atau memusnahkan engkau dan Ia tidak akan melupakan perjanjian yang diikrarkan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu. Sebab cobalah tanyakan, dari ujung langit ke ujung langit, tentang zaman dahulu, yang ada sebelum engkau, sejak waktu Allah menciptakan manusia di atas bumi, apakah ada pernah terjadi sesuatu hal yang demikian besar atau apakah ada pernah terdengar sesuatu seperti itu. Pernahkah suatu bangsa mendengar suara ilahi, yang berbicara dari tengah-tengah api, seperti yang kaudengar dan tetap hidup? Atau pernahkah suatu allah mencoba datang untuk mengambil baginya suatu bangsa dari tengah-tengah bangsa yang lain, dengan cobaan-cobaan, tanda-tanda serta mujizat-mujizat dan peperangan, dengan tangan yang kuat dan lengan yang teracung dan dengan kedahsyatan-kedahsyatan yang besar, seperti yang dilakukan Tuhan, Allahmu, bagimu di Mesir, di depan matamu? Engkau diberi melihatnya untuk mengetahui, bahwa Tuhan Allah, tidak ada yang lain kecuali Dia. Dari langit Ia membiarkan engkau mendengar suara-Nya untuk mengajari engkau, di bumi Ia membiarkan engkau melihat api-Nya yang besar, dan segala perkataan-Nya kaudengar dari tengah-tengah api. Karena Ia mengasihi nenek moyangmu dan memilih keturunan mereka, maka Ia sendiri telah membawa engkau keluar dari Mesir dengan kekuatan-Nya yang besar, untuk menghalau dari hadapanmu bangsa-bangsa yang lebih besar dan lebih kuat daripadamu, untuk membawa engkau masuk ke dalam negeri mereka dan memberikannya kepadamu menjadi milik pusakamu, seperti yang terjadi sekarang ini. Sebab itu ketahuilah pada hari ini dan camkanlah, bahwa TUHANlah Allah yang di langit di atas dan di bumi di bawah, tidak ada yang lain.
Yesaya 2:1-5: Firman yang dinyatakan kepada Yesaya bin Amos tentang Yehuda dan Yerusalem. Akan terjadi pada hari-hari yang terakhir: gunung tempat rumah Tuhan akan berdiri tegak di hulu gunung-gunung dan menjulang tinggi di atas bukit-bukit; segala bangsa akan berduyun-duyun ke sana, dan banyak suku bangsa akan pergi serta berkata: “Mari, kita naik ke gunung Tuhan, ke rumah Allah Yakub, supaya Ia mengajar kita tentang jalan-jalan-Nya, dan supaya kita berjalan menempuhnya; sebab dari Sion akan keluar pengajaran dan firman Tuhan dari Yerusalem.” Ia akan menjadi hakim antara bangsa-bangsa dan akan menjadi wasit bagi banyak suku bangsa; maka mereka akan menempa pedang-pedangnya menjadi mata bajak dan tombak-tombaknya menjadi pisau pemangkas; bangsa tidak akan lagi mengangkat pedang terhadap bangsa, dan mereka tidak akan lagi belajar perang. Hai kaum keturunan Yakub, mari kita berjalan di dalam terang Tuhan!
Mikha 4:1-5: Akan terjadi pada hari-hari yang terakhir: gunung rumah Tuhan akan berdiri tegak mengatasi gunung-gunung dan menjulang tinggi di atas bukit-bukit; bangsa-bangsa akan berduyun-duyun ke sana, dan banyak suku bangsa akan pergi serta berkata: “Mari, kita naik ke gunung Tuhan, ke rumah Allah Yakub, supaya Ia mengajar kita tentang jalan-jalan-Nya dan supaya kita berjalan menempuhnya; sebab dari Sion akan keluar pengajaran, dan firman Tuhan dari Yerusalem.” Ia akan menjadi hakim antara banyak bangsa, dan akan menjadi wasit bagi suku-suku bangsa yang besar sampai ke tempat yang jauh; mereka akan menempa pedang-pedangnya menjadi mata bajak, dan tombak-tombaknya menjadi pisau pemangkas; bangsa tidak akan lagi mengangkat pedang terhadap bangsa, dan mereka tidak akan lagi belajar perang. Tetapi mereka masing-masing akan duduk di bawah pohon anggurnya dan di bawah pohon aranya dengan tidak ada yang mengejutkan, sebab mulut TUHAN semesta alam yang mengatakannya. Biarpun segala bangsa berjalan masing-masing demi nama allahnya, tetapi kita akan berjalan demi nama Tuhan Allah kita untuk selamanya dan seterusnya.
Kejadian-kejadian ini menciptakan suatu tatanan baru di saat Allah secara universal diakui sebagai penguasa atas seluruh ciptaan-Nya, termasuk setiap orang dan segala sesuatu.
Talmud
Dalam tulisan-tulisan lain, salah seorang guru hikmat Talmud berkata:
“Biarkanlah hari-hari terakhir itu datang, tetapi mudah-mudahan aku tidak akan hidup melihatnya”, karena hari-hari itu akan penuh dengan konflik dan penderitaan.”
Talmud, dalam risalat Avodah Zarah, pada halaman 9A, menyatakan bahwa dunia ini seperti yang kita kenal hanya akan ada selama enam ribu tahun. Kalender Ibrani (luach) sepenuhnya berfungsi berdasarkan asumsi bahwa waktu dimulai pada penciptaan Adam, manusia primordial. Banyak orang (khususnya Yahudi Konservatif dan Reformasi dan beberapa orang Kristen) beranggapan bahwa tahun-tahun dalam Torah, atau Alkitab Yahudi, bersifat simbolik. Menurut ajaran-ajaran Yahudi kuno yang diteruskan sekarang ini oleh orang-orang Yahudi Ortodoks, tahun-tahun ini bersifat harafiah dan konsisten sepanjang masa, dengan setiap hari panjangnya 24 jam dan rata-rata per tahunnya dan 365 hari. Penyesuaian-penyesuaian tentu saja dilakukan, sesuai dengan tahun kabisat, untuk memperhitungkan perbedaan antara kalender komariah dan kalender syamsiah, karena kalender Yahudi didasarkan pada keduanya. Jadi, tahun 2007 sama dengan 5767 tahun sejak penciptaan manusia dalam kalender Yahudi yang sekarang. Menurut perhitungan ini, akhir zaman akan terjadi pada atau sebelum tahun 2240 (tahun 6000 dalam kalender Ibrani).
Menurut tradisi Yahudi, mereka yang hidup pada akhir zaman akan menyaksikan:
- Dikumpulkannya orang-orang Yahudi di pembuangan ke Israel yang ada secara geografis,
- Dikalahkannya semua musuh Israel,
- Pembangunan (atau penempatan oleh Allah) kenisah di Yerusalem dan dipulihkannya kembali persembahan kurban dan ibadah di Kenisah,
- Kebangkitan orang mati (techiat hameitim), atau Kebangkitan,
- Pada suatu saat, Mesias Yahudi akan menjadi Raja Israel. Ia akan memisah-misahkan orang-orang Yahudi di Israel menurut bagian-bagian wilayah sukunya yang asli di negeri Israel. Pada masa ini, Gog, raja Magog, akan menyerang Israel. Siapa Gog dan negara Magog itu tidak diketahui. Magog akan bertempur dalam suatu pertempuran hebat, yang mengakibatkan jauh korban yang besar di kedua belah pihak, tetapi Allah akan ikut campur dan menyelamatkan orang-orang Yahudi. Ini adalah pertempuran yang dirujuk sebagai Harmagedon. Setelah memusnahkan musuh-musuh terakhir ini untuk selama-lamanya, Allah akan mengenyahkan semua kejahatan dari keberadaan manusia. Setelah tahun 6000 (dalam kalender Yahudi), milenium ketujuh adalah masa kesucian, ketenangan, kehidupan rohani, dan perdamaian di seluruh dunia, yang disebut sebagai Olam Haba (“Dunia Masa Depan”), di mana semua orang akan mengenal Allah secara langsung.”
“Seluruh Israel akan memiliki bagian di dunia yang akan datang.” (Talmud Sanhedrin 10:1) Ramban (Nachmanades) menafsirkan dunia yang akan datang itu sebagai kebaikan tertinggi dan maksud dari penciptaan. Karena itu ia berpendapat bahwa dunia yang akan datang sesungguhnya merujuk kepada kebangkitan orang-orang yang telah meninggal. Suatu peristiwa yang akan terjadi setelah dimulainya zaman mesianik. Ramban berpendapat bahwa seluruh Israel, bahkan orang-orang berdosa, mempunyai bagian dari zaman kebangkitan ini. (The Tzemach Tzedek, Derech Mitzvosecha, Law of Tzitzis).[butuh rujukan]
Kekristenan
Beberapa orang Kristen pada abad pertama Masehi percaya bahwa Yesus mungkin akan datang kembali pada masa hidup mereka, karena Yesus pernah berkata kepada para pengikutnya agar mereka waspada atau bersiaga setiap saat. Dari keyakinan ini muncullah bukti pertama tentang doktrin Iminensi (kedatangan kembali dalam waktu dekat). Ketika orang-orang yang baru dikristenkan oleh Paulus di Tesalonika dianiaya oleh Kekaisaran Romawi, mereka percaya bahwa akhir zaman sudah dekat (lihat 2 Tesalonika pasal 2). Keyakinan ini pada umumnya telah pudar pada sekitar tahun 90 M, ketika orang-orang Kristen berkata, “Kami sudah mendengar tentang hal-hal ini [mengenai akhir zaman] bahkan pada masa bapak-bapak kami, dan tengoklah, kami pun sekarang telah menjadi tua dan tak satupun dari semua itu yang telah terjadi atas kami “.[5]
Wahyu kepada Yohanes dan Injil Yohanes diyakini oleh kebanyakan pakar Kristen pada masa kini telah ditulis sekurang-kurangnya satu dasawarsa setelah runtuhnya Yerusalem pada tahun 70 M, dan khususnya sekitar 90-95 M bagi mereka yang mendukung aliran pemikiran Dispensasionalisme. Klaim ini telah ditantang (Lihat Preterisme), dan telah banyak perdebatan yang muncul setelah diterbitkannya buku karya Kenneth Gentry, “Before Jerusalem Fell”, yang argumennya didasarkan pada arkeologi dan teks-teks kuno (termasuk Kitab Wahyu sendiri) bahwa Kitab Wahyu ditulis pada masa pemerintahan kaisar Romawi Nero pada tahun 60-an M.
Kaum Konservatif biasanya menganggap bahwa injil-injil sinoptik ditulis pada masa sebelum jatuhnya Yerusalem. Orang-orang Kristen Liberal memperkirakan ketiga Injil lainnya (sinoptik) ditulis pada masa setelah jatuhnya Yerusalem. Seorang teolog Australia terkemuka dari Sydney, Paul Barnett, membantah hal ini dan menyatakan bahwa injil Yohanes ditulis pada masa yang lebih awal.
Tema kenabian Perjajian Baru juga mencerminkan Perjanjian Lama, yakni, Penderitaan. Dalam Perjanjian Baru, Yesus merujuk kepadanya sebagai “Penderitaan Besar”, “Penyiksaan”, dan “hari-hari pembalasan.”
Matius 24:15-22: “Jadi apabila kamu melihat Pembinasa keji berdiri di tempat kudus, menurut firman yang disampaikan oleh nabi Daniel — para pembaca hendaklah memperhatikannya — maka orang-orang yang di Yudea haruslah melarikan diri ke pegunungan. Orang yang sedang di peranginan di atas rumah janganlah ia turun untuk mengambil barang-barang dari rumahnya, dan orang yang sedang di ladang janganlah ia kembali untuk mengambil pakaiannya. Celakalah ibu-ibu yang sedang hamil atau yang menyusukan bayi pada masa itu. Berdoalah, supaya waktu kamu melarikan diri itu jangan jatuh pada musim dingin dan jangan pada hari Sabat. Sebab pada masa itu akan terjadi siksaan yang dahsyat seperti yang belum pernah terjadi sejak awal dunia sampai sekarang dan yang tidak akan terjadi lagi. Dan sekiranya waktunya tidak dipersingkat, maka dari segala yang hidup tidak akan ada yang selamat; akan tetapi oleh karena orang-orang pilihan waktu itu akan dipersingkat.
Markus 13:14-20: “Apabila kamu melihat Pembinasa keji berdiri di tempat yang tidak sepatutnya — para pembaca hendaklah memperhatikannya — maka orang-orang yang di Yudea haruslah melarikan diri ke pegunungan. Orang yang sedang di peranginan di atas rumah janganlah ia turun dan masuk untuk mengambil sesuatu dari rumahnya, dan orang yang sedang di ladang janganlah ia kembali untuk mengambil pakaiannya. Celakalah ibu-ibu yang sedang hamil atau yang menyusukan bayi pada masa itu. Berdoalah, supaya semuanya itu jangan terjadi pada musim dingin. Sebab pada masa itu akan terjadi siksaan seperti yang belum pernah terjadi sejak awal dunia, yang diciptakan Allah, sampai sekarang dan yang tidak akan terjadi lagi. Dan sekiranya Tuhan tidak mempersingkat waktunya, maka dari segala yang hidup tidak akan ada yang selamat; akan tetapi oleh karena orang-orang pilihan yang telah dipilih-Nya, Tuhan mempersingkat waktunya.
Lukas 21:20-33: “Apabila kamu melihat Yerusalem dikepung oleh tentara-tentara, ketahuilah, bahwa keruntuhannya sudah dekat. Pada waktu itu orang-orang yang berada di Yudea harus melarikan diri ke pegunungan, dan orang-orang yang berada di dalam kota harus mengungsi, dan orang-orang yang berada di pedusunan jangan masuk lagi ke dalam kota, sebab itulah masa pembalasan di mana akan genap semua yang ada tertulis. Celakalah ibu-ibu yang sedang hamil atau yang menyusukan bayi pada masa itu! Sebab akan datang kesesakan yang dahsyat atas seluruh negeri dan murka atas bangsa ini, dan mereka akan tewas oleh mata pedang dan dibawa sebagai tawanan ke segala bangsa, dan Yerusalem akan diinjak-injak oleh bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, sampai genaplah zaman bangsa-bangsa itu.” “Dan akan ada tanda-tanda pada matahari dan bulan dan bintang-bintang, dan di bumi bangsa-bangsa akan takut dan bingung menghadapi deru dan gelora laut. Orang akan mati ketakutan karena kecemasan berhubung dengan segala apa yang menimpa bumi ini, sebab kuasa-kuasa langit akan goncang. Pada waktu itu orang akan melihat Anak Manusia datang dalam awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya. Apabila semuanya itu mulai terjadi, bangkitlah dan angkatlah mukamu, sebab penyelamatanmu sudah dekat.” Lalu Yesus mengatakan perumpamaan ini kepada mereka: “Perhatikanlah pohon ara atau pohon apa saja. Apabila kamu melihat pohon-pohon itu sudah bertunas, kamu tahu dengan sendirinya bahwa musim panas sudah dekat. Demikian juga, jika kamu melihat hal-hal itu terjadi, ketahuilah, bahwa Kerajaan Allah sudah dekat. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya angkatan ini tidak akan berlalu, sebelum semuanya terjadi. Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu.”
Manusia Akhir Zaman Menurut Alkitab
Isu mengenai akhir zaman sudah digaungkan sejak dahulu kala, namun sampai saat masih belum terjadi. Hal ini memantik pertanyaan, sebenarnya kapan kiamat atau akhir zaman ini akan terjadi? Bukti dari tanda-tanda akhir zaman diklaim sudah mulai muncul, setidaknya oleh beberapa agama besar di dunia, termasuk kristen.
Nubuat akhir zaman atau kiamat, selalu menjadi topik yang menarik perhatian manusia dari segala bangsa, agama dan budaya, di semua masa.
Nubuat adalah pernyataan suatu peristiwa yang akan terjadi/belum terjadi yang biasanya melalui perantara seorang nabi. Orang yang mendapat nubuat dapat mengklaim atau diakui sebagai seorang nabi.
Dalam kekristenan, akhir zaman (kiamat) mengacu pada masa Kristus, mengapa? Berdasarkan Ibrani 1:1-3, zaman dibagi menjadi tiga, yaitu: Zaman Bapa-Bapa, kemudian Zaman Musa, dan terakhir Zaman Kristus. Disebut akhir zaman karena setelah ini tidak ada lagi zaman, alias kiamat.
[irp posts=”1990″ name=”15 Ayat Alkitab Tentang Kedatangan Kedua”]
Musuh yang menaburkan benih lalang ialah Iblis. Waktu menuai ialah akhir zaman dan para penuai itu malaikat. Maka seperti lalang itu dikumpulkan dan dibakar dalam api, demikian juga pada akhir zaman.
Matius 13:39-40
Selanjutnya, Tuhan akan menghakimi manusia, pada penghakiman ini, orang-orang Kristen masih mungkin jatuh dalam dosa dan sebaliknya, orang non-kristen masih mungkin untuk menjadi bagian Kristen melalui ketaatan pada Injil. Sebab, Injil merupakan standar dalam penghakiman ini.
Akhir zaman atau dalam bahasa Inggris disebut last day, ditujukan pada saat terahir. ketika Yesus Kristus datang kembali untuk menghakimi semua manusia. Saat itu akan terjadi kebangkitan orang-orang mati dan penggantian tubuh bagi orang yang masih hidup.
[irp posts=”2053″ name=”11 Ayat Alkitab Tentang Akhir Jaman”]Yesus akan membangkitkan orang-orang taat terlebih dahulu, selanjutnya adalah mereka yang tidak taat. Pada akhirnya, entah baik atau buruk, semua manusia akan dibangkitkan kembali. Sesudah penghakiman, orang-orang akan bertemu dengan Tuhan sebelum masuk ke surga yang kekal.
Sayangnya, orang-orang jahat (buruk) akan dibangkitkan untuk dihukum, untuk yang masih hidup akan diubah dalam sekejab mata untuk dihukum di neraka yang kekal. Dalam penghakiman ini,Yesus Kristus sebagai satu-satuNya Hakim dan Injil sebagai standar penghakimannya (Yohanes 12:48;Kisah Para Rasul 17:30,31;Roma2:16;2Korintus5:10)
Manusia Akhir Zaman Menurut Alkitab
Pada hari-hari terakhir, akan datang masa-masa sukar kelabu yang berkepanjangan. Paulus menganalogikan masa sukar sebagai sesuatau yang berat untuk dipikul (kesakitan fisik dan mental) atau juga berat untuk dihadapi (berbahaya, penuh ancaman).
Sejarah gereja membuktikan bahwa halnya memang demikian. Tatkala bahtera gereja bertolak meninggalkan pelabuhan, maka itu bukanlah untuk mengharapkan perjalanan yang lancar tanpa rintangan; kapal itu telah didera oleh badai dan prahara dan bahkan oleh angin puting beliung.
Penting untuk disadari bahwa manusialah yang bertanggung-jawab atas masa penuh ancaman yang hsrus ditanggung gereja, yaitu orang-orang yang telah terjatuh ke dalam dosa, yang jahat, yang tabuiatnya sudah bejat, yang perilakunya berpusat pada kepentingan diri sendiri dan tidak takut akan Allah, yang akal budinya memusuhi Allah dan hukumNya (bandingkan Roma 8:7), dan yang menyebarkan kejahatan, kemurtadan (menentang Allah).
Dari penjabaran di atas, bisa diambil beberapa poin terkait akhir zaman:
- Kita atau setidaknya manusia hidup pada hari-hari terakhir, demikian katanya : Kistuslah yang telah membawanya dengan kedatanganNya.
- Kedua, hari-hari ini mencakup masa-masa penuh bahaya dan ketegangan.
- Ketiga, masa-masa bahaya dan ketegangan itu adalah ulah manusia akhir zaman yang jahat tak bermoral.
- Keempat, kita harus menyadari ini, mencamkan dalam hati, dan dengan demikian bersiap-siap.
Ciri-ciri Manusia Akhir Zaman
Pertama, mereka erat kaitanya dengan sifat negatif, sepeti keserakahan, diperbudak oleh uang, kesombongan, tidak perduli dengan agama, dan sebagainya.
Kedua, awalnya mereka lahir dan menjalankan agama sesuai keyakinannya tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!
Ketiga, aktif mencari pengikut bukan hanya dalam ruang lingkup agama, lebih dari itu mereka menggunakan berbagai cara untuk menambah jumlah orang yang sepaham. Contohnya: menggiring, menipu, membohongi. Intinya metode mereka tidak langsung dan terbuka, melainkan terselubung, rahasia, lihai.

